Korban Kecelakaan Akibat Jalan Rusak Dapat Ajukan Tuntutan

Siberkota.com, Jakarta – Tak jarang, kecelakaan lalu lintas akibat kerusakan jalan terjadi hingga akibatkan luka ringan, berat, hingga meninggal dunia. Padahal, keselamatan pengendara atas faktor tersebut memiliki jaminan secara hukum.

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, penyelenggara atau pemilik jalan dalam hal ini pemerintah maupun swasta memiliki tanggungjawab untuk menperbaiki jalan. Untuk itu, masyarakat yang kebetulan menjadi korban akibat kelalaian tersebut dapat menempuh tuntutan secara hukum.

“Jalan rusak kan kalau dibiarkan saja itu ada sanksi hukum bagi pemilik jalan. Tergantung dari pemilik jalannya siapa, jalan kabupaten, jalan kota, provinsi, atau nasional,” terang Djoko, Senin (4/7/2022).

Mengacu pada Pasal 24 UU Nomor 22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (LLAJ), yang berbunyi penyelenggara jalan wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

Jika imbauan tersebut diabaikan hingga ditemukan adanya korban kecelakaan, maka pengguna jalan yang terdampak dapat menuntut pemilik jalan. Hal tersebut diperkuat dalam Pasal 273 UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang LLAJ.

Dimana pada ayat 2 disebutkan, dalam hal sebagaimana yang dimaksud pada ayat 1 mengakibatkan luka berat, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp24 juta.

Lalu, ayat 3 disebutkan jika hal itu mengakibatkan orang lain meninggal dunia pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau paling banyak Rp120 juta.

Kemudian, ayat 4 menyebutkan penyelenggara jalan yang tidak memberi tanda atau rambu pada jalan yang rusak dan belum diperbaiki sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp1,5 juta.

Meski demikian, pemilik jalan bisa terhindar dari sanksi hukum jika telah memasang rambu tanda jalan rusak. Ketika terjadi kecelakaan pada jalan tersebut maka masuk dalam aspek kelalaian pengemudi.

“Kalau ada rambu atau pertanda, ada yang kecelakaan artinya mereka (pemilik jalan) terbebas dari tuntutan,” tandas Djoko.

Seperti diketahui, Senin (4/7/2022) pagi seorang pengendara motor bernama Rustandi, 55. Pria tersebut tewas mengenaskan dengan kepala dan sebagian tubuh hancur akibat terlindas truk di jalan Bekasi Raya, Jatinegara, Jakarta Timur.

Sebelum kejadian, korban sempat terlihat mengendarai sepeda motor matik bernopol B 3681 UKM dari arah Jatinegara menuju Klender sekitar pukul 05:30 WIB.

Setibanya dekat halte busway Imigrasi wilayah Jatinegara, Jakarta Timur, ia sempat lepas kendali akibat kondisi jalan yang bergelombang. Akibatnya, ia terjatuh dan terpental ke sebelah kanan kendaraan

Bersama itu sedang melintas pula sebuah truk yang dikendarai J, 25. Tak ayal, korban masuk ke kolong truk dan tewas seketika di lokasi kejadian.

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.